top of page

FERTILISASI, KEHAMILAN, & KELAHIRAN

Updated: Dec 21, 2025

Gambar 1. Ilustrasi proses fertilisasi.
Gambar 1. Ilustrasi proses fertilisasi.

Fertilisasi disebut juga dengan Konsepsi, yaitu proses penyatuan sebuah sperma dengan ovum oviduk (Tuba falopii). Fungsi fertilisasi adalah mengombinasikan kromosom haploid yang berasal dari 2 sel gamet (ovum dan sperma) menjadi sel yang berkromosom diploid yaitu zigot.   Setelah pembuahan, zigot melakukan perjalanan "maraton" selama kurang lebih 5-7 hari menuju rahim:

  1. Cleavage (Pembelahan): Zigot membelah secara mitosis dari 2 sel, 4, 8, hingga menjadi bola sel padat yang disebut Morula.

  2. Blastosit: Sel terus membelah hingga membentuk rongga (blastula). Tahap ini disebut Blastosit, yang siap menempel pada dinding rahim (Implantasi).

  3. Hormon HCG: Saat implantasi, tubuh mulai memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG). Hormon inilah yang menjaga korpus luteum agar tetap memproduksi progesteron sehingga kehamilan bertahan (Urry et al., 2021).


Setelah mengalami fertilisasi zigot akan melakukan cleavage atau gestasi (masa kehamilan) yang diawali  membentuk morula kemudian blastula dan dilanjutkan menjadi grastula yang nantinya akan  terbentuknya embrio . Embrio akan menempel pada endometrium. selama perkembangannya akan terbentuk bagian-bagian diantaranya : 

Gambar 2. Ilustrasi Struktur embrio
Gambar 2. Ilustrasi Struktur embrio
  1. Plasenta, dikenal juga dengan sebutan ari-ari atau tali pusar yang berfungsi sebagai alat pernafasan, pencernaan, dan eksresi pada fetus yang akan terhubung dengan aliran darah sang ibu. 

  2. Alantois, yaitu membran yang mengandung pembuluh darah yang akan membentuk tali pusar.

  3. Korion, yaitu membran terluar yang membentuk rambut-rambut (villi) korionik. Korion dan alantois berfungsi juga sebagai alat pertukaran gas.

  4. Amnion, dikenal juga sebagai air ketuban yaitu cairan pelindung dari guncangan .

  5. Kantung kuning telur, berfungsi sebagai suplier nutrient untuk embrio yang akan disalurkan melalui pembuluh darah pada kantung kuning telur. 


    Perhatikan video berikut, yang menjelaskan terkait perkembangan bayi pada masa kehamilan!.

    Video 1. Perkembangan zigot pada masa kehamilan

Kehamilan atau gestasi yaitu suatu keadaan seorang wanita yang sedang mengandung fetus didalam uterus, yang memiliki waktu rata-rata 38 minggu - 40 minggu. Perkembangan zigot setelah fertilisi dapat dilihat dari video yang ada disamping ini. Kehamilan dibagi menjadi tiga Trimester yang masing-masing berlangsung tiga bulan. 

  1. Trimester pertama, yaitu periode utama Organogenesis (perkembangan organ tubuh) sehingga pada masa ini kondisi zigot (embrio) sangatlah rawan. Selama 2-4 minggu zigot blastula berkembang menjadi trofoblas dan membentuk plasenta (jaringan penghubung ibu dengan janin, sebagai alat penyuplai nutrisi dan gas respirasi). Setelah usia kandungan 4 jantung telah berdetak dan minggu ke 8 organ struktur organ telah terlihat. Kadar progesteron meningkat begitu pula mukus pada servik guna mencegah terjadinya infeksi 

  2. Trimester kedua, fetus mulai membesar sehingga ibu dapat merasakan perggerakannya. Kadar hormon HCG mulai rendah dan progesteron meningkat untuk mempertahankan kehamilan.

  3. Trimester ketiga, berat fetus akan meningkat sekitar 3-4 kg dan panjang tubuh menjadi 50 cm. Uterus akan terjadi pelebaran sehingga organ abdominal (pencernaan atau urinasi) terhimpit maka menyebabkan sulit buang air dan pegal otot. Di minggu terakhir pada trimester ini fetus siap untuk dilahirkan. 

ketika masa kehamilan hormon progesteron akan meningkat sehingga memiliki peran untuk mempertahankan plasenta, menghambat kontraksi uterus, serta merangsang mamae untuk proses laktasi. 


Laktasi dan Persalinan.

Persalinan: Dipicu oleh tingginya kadar Oksitosin yang menyebabkan kontraksi uterus yang kuat. Proses ini terdiri dari tiga tahap: pembukaan serviks, keluarnya bayi, dan pengeluaran plasenta.

Laktasi: Setelah melahirkan, penurunan kadar estrogen dan progesteron memicu kelenjar pituitari melepaskan Prolaktin (untuk produksi susu) dan Oksitosin (untuk pengeluaran susu).

Fakta Penting: ASI pertama yang keluar disebut Kolostrum. Menurut penelitian Victora et al. (2021), kolostrum mengandung antibodi Secretory Immunoglobulin A (sIgA) yang memberikan imunisasi pasif pertama bagi bayi terhadap berbagai penyakit infeksi.

Sumber :

Burnet, A. M., & Moore, K. L. (2022). Before We Are Born: Essentials of Embryology and Birth Defects (10th ed.). Elsevier.

Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., & Orr, R. B. (2021). Campbell Biology (12th ed.). Pearson.

Victora, C. G., et al. (2021). Breastfeeding in the 21st century: Epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The Lancet, 387(10017), 475-490.

Comments


  • Twitter
  • Instagram
  • Facebook

© 2025

bottom of page