Lebih Tau Tentang "IVT, ZIFT, dan GIFT"
- INGGIT AMELLIA HARNUM
- Oct 18, 2025
- 3 min read
Updated: Dec 26, 2025
Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi reproduksi telah berkembang pesat, memberikan harapan baru bagi pasangan yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak. Di antara berbagai metode yang tersedia, tiga teknik yang sering dibahas adalah In Vitro Fertilization (IVF), Zygote Intrafallopian Transfer (ZIFT), dan Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT). Setiap metode ini memiliki keunikan, prosedur yang berbeda, serta indikasi penggunaan yang spesifik. Dalam tulisan ini, kita akan membahas tiga teknik utama yang masih relevan dalam dunia fertilitas: IVF, ZIFT, dan GIFT.
Tapi sebelum itu, silakan tonton video berikut yang menjelaskan dengan visual perbedaan dan langkah-langkahnya:
In Vitro Fertilization (IVF) atau Teknologi bayi tabung bukan berarti bayi yang dilahirkan melalui tebung, melainkan melakukan proses fertilisasi (penyatuan sperma dan ovum) didalam tabung khusus, setelah itu dikembalikan kedalam Rahim agar berkembang menjadi fetus. Metode ini merupakan jalan terbaik bagi setiap pasangan yang memiliki gangguan atau kesulitan dalam menghasilkan keturunan. Pratama (2021) menjelaskan bahwa kondisi pasien yang disarankan untuk melakukan IVF diantaranya mandul, tubektomi, endometriosis, kondisi Rahim yang kurang baik mengakibatkan sperma tidak dapat bertahan hingga ke ovum, pelvic adhesions, kualitas sperma yang kurang baik. Proses IVF dilakukan dengan cara yaitu:
Stimulasi ovarium — obat hormon diberikan agar ovarium menghasilkan lebih dari satu sel telur matang.
Pengambilan sel telur (ovum pick-up) — melalui prosedur bedah kecil (biasanya menggunakan ultrasonografi sebagai panduan).
Pembuahan in vitro — sel telur digabungkan dengan sperma di laboratorium dalam medium kultur.
Kultur embrio — embrio dibiakkan selama beberapa hari hingga mencapai stadium tertentu (misalnya day 3 atau day 5).
Transfer embrio — embrio yang dianggap paling baik ditempatkan ke dalam rahim wanita.
Pendukung hormon / luteal support — pemberian hormon untuk mendukung implantasi.
Proses IVT memiliki kelebihan yang diantaranya fleksibilitas dalam pemilihan embrio, teknologi pendukung seperti diagnosis genetik preimplantasi (PGD), serta kemajuan kultur embrio menjadikan IVF banyak dipakai (Simopoulou, dkk. 2022) . untuk Kekurangannya yaitu biaya yang cukup tinggi, risiko kehamilan kembar bila lebih dari satu embrio ditransfer, stres emosional dan fisik karena rangsangan hormon.
ZIFT (Zygote Intrafallopian Transfer) adalah metode di mana pembuahan dilakukan di luar tubuh (mirip IVF), tetapi pemindahan embrio dilakukan ketika embrio masih berupa zigot (stadium awal) ke dalam tuba falopi (saluran indung telur). Istilah “zygote” merujuk ke sel hasil pembuahan awal, dan “intrafallopian” berarti dipindahkan ke dalam tuba falopi. Untuk proses prosedur ZIFT hampir sama dengan prosedur IVF yaitu :
Stimulasi ovarium & pengambilan sel telur (seperti pada IVF).
Pembuahan in vitro : Penambahan sperma ke telur dalam kondisi laboratorium sehingga menghasilkan zigot.
Kultur embrio & Transfer embrio: Dalam waktu relatif cepat setelah pembuahan, zigot dipindahkan ke tuba falopi melalui laparoskopi atau metode bedah minimal lain.
Zigot kemudian berkembang dan bergerak sendiri menuju rahim untuk implantasi alami.
Proses ZIFT memiliki kelebihan untuk dilakukan yang diantaranya lebih “alami” dalam artian embrio berkembang di lingkungan tuba falopi seperti pada kehamilan normal. Sedangkan Kekurangan dari proses ini adalah memerlukan prosedur bedah untuk transfer, lebih sedikit kontrol terhadap kondisi lingkungan embrio (karena perkembangan dilanjutkan di dalam tubuh), dan tidak sepopuler IVF karena kompleksitasnya.
GIFT (Gamete Intrafallopian Transfer) adalah prosedur di mana sel telur dan sperma (gamet) dimasukkan bersama-sama ke dalam tuba falopi, sehingga pembuahan terjadi di dalam tubuh wanita, bukan di laboratorium. Proses prosedur GIFT memiliki kemiripan dengan prosedur IVT dan ZIFT, yaitu :
Stimulasi ovarium & pengambilan sel telur (sama seperti prosedur awal IVF dan ZIFT).
Campuran sel telur + sperma ditransfer langsung ke tuba falopi melalui laparoskopi atau teknik minimal invasif.
Proses pembuahan dan perkembangan awal terjadi di dalam tuba falopi, kemudian embrio hasil pembuahan akan bergerak ke rahim dan menempel seperti kehamilan alami.
Proses GIFT memiliki Kelebihan untuk dilakukan yang diantaranya: pendekatan yang lebih “alami” (pembuahan di dalam tubuh) dan mungkin lebih diterima secara etika oleh sebagian pihak. Sedangkan proses GIFT memiliki juga Kekurangan yaitu: tidak ada kontrol langsung terhadap pembuahan (tidak bisa memilih sperma terbaik atau optimasi kultur), memerlukan prosedur bedah, dan peluang keberhasilan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan IVF modern.
Teknologi reproduksi bantuan telah membuka harapan baru bagi banyak pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak. Baik IVF, ZIFT, maupun GIFT memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Penting bagi calon orang tua untuk memahami prosedur, risiko, serta aspek etis sebelum memutuskan metode yang sesuai.
Pojok Diskusi!
Tonton ulang video di atas untuk memperdalam pemahamanmu, lalu coba jawab pertanyaan diskusi di kolom komentar ya!
Apa perbedaan mendasar antara IVF, ZIFT, dan GIFT dari segi tempat terjadinya pembuahan dan cara transfernya?
Dalam konteks Indonesia, apa tantangan penerapan teknologi reproduksi bantuan ini dari sisi sosial, budaya, atau ekonomi?
Sumber :
Farquhar, C., & Bhattacharya, S. (2020). Assisted reproductive technology. The Lancet, 395(10240), 1845-1858.
Pratama, G., et al. (2021). Clinical profile and outcomes of assisted reproductive technology in Indonesia. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology, 9(3).
Simopoulou, M., Sfakianoudis, K., Maziotis, E., Tsioulou, P., Rapani, A., & Pantou, A. (2021). Advances in In Vitro Fertilization: From Standard Protocols to Personalized Medicine. Journal of Personalized Medicine, 11(7), 602.
Walker, M. H., & Segraves, R. T. (2023). Assisted Reproductive Technology. In StatPearls. StatPearls Publishing.


In Vitro Fertilization (IVF) atau Teknologi bayi tabung bukan berarti bayi yang dilahirkan melalui tebung, melainkan melakukan proses fertilisasi (penyatuan sperma dan ovum) didalam tabung khusus, setelah itu dikembalikan kedalam Rahim agar berkembang menjadi fetus.
Cara Transfernya:
1. Stimulasi ovarium: obat hormon diberikan agar ovarium menghasilkan lebih dari satu sel telur matang.
2. Pengambilan sel telur: melalui prosedur bedah kecil (biasanya menggunakan ultrasonografi sebagai panduan).
3. Pembuatan In Vitro: sel telur digabungkan dengan sperma di laboratorium dalam medium kultur.
4. Kultur embrio: embrio dibiakkan selama beberapa hari hingga mencapai stadium tertentu (misalnya day 3 atau day 5).
5. Transfer embrio: embrio yang dianggap paling baik ditempatkan ke dalam rahim wanita.
6. Pendukung hormon/luteal support: pemberian hormon untuk mendukung implantasi.
ZIFT…